diantara sebuah cerita kecil untuk nanti

Hadji Murat

Hadji Murat adalah sebuah bentuk perlawanan seorang penulis tua (Tolstoy) terhadap kekuatan besar diluar kekuasaannya

Beberapa waktu yang lalu hunting buku bekas secara online dan mememukan buku berjudul Hadji Murat yang ditulis oleh Leo Tolstoy. Ini merupakan karya terakhirnya sebelum Sastrawan rusia yang meninggal di sebuah stasiun kereta api terpencil di tahun 1910 karena radang paru paru. Penulisan novel ini sendiri menghabiskan waktu selama 8 tahun dimulai tahun 1896 hingga 1904 dan sebelum diterbitkan banyak mengalami sensor oleh pihak pemerintahan Rusia pada saat itu hingga pada akhirnya cerita yang dibaca saat ini tidak menjadi utuh tulisan Tolstoy.

Cerita dibuka dengan Pertemuan Hadji Murat dengan kerabatnya yang menyatakan keinginannya untuk menyerahkan diri kepada tentara Rusia, dan berita tersebut disambut gembira para jendral rusia. Sebab Hadji Murat adalah musuh yang paling ditakuti pada masa peperangan tersebut. Di novel ini Tolstoy pandai menciptakan konflik pada tokoh yang ada di dalam bukunya, diceritakan Hadji Murat yang berdarah Khan justru dikhianati oleh rekan seperjuangannya dan Rusia memanfaatkan situasi ini dengan memberikan jabatan serta menjadi penguasa di wilayah Avaria. Sebuah surban pun bisa dijadikan sebuah konflik oleh Tolstoy, seperti yang diceritakan di novelnya ketika Rusia beranggapan surban dikenakan oleh Hadji Murat dalam kesehariannya adalah semacam simbol pemberontak dan menganggapnya telah membelot ke teman seperjuangannya dahulu, dijelaskan kemudian bahwa pemakaian Surban itu adalah kehendak dari agama yang dianutnya namun pada akhirnya Rusia pun tidak sepenuhnya percaya. Banyak konflik batin dari seorang pejuang yang dikaguminya yang disodorkan oleh Leo Tolstoy, Sebagian besar di novel bercerita tentang sebuah pilihan, hingga pada akhirnya Hadji Murat harus memilih menyelamatkan keluarganya atau kemerdekaan tanah kelahirannya namun dengan menerima sebuah kenyataan dia telah dikhianati oleh bangsanya sendiri.

Hadji Murat ini adalah bukanlah tokoh fiksi hasil imajinasi Leo Tolstoy. Dia adalah sebuah sejarah yang menjadikan dirinya musuh Rusia yang paling ditakuti dalam perebutan dominasi atas daerah pegunungan yang terletak di batas selatan Kerajaan Romanov. Tolstoy sendiri belum pernah bertemu dengan Hadji Murat hingga suatu waktu setangkai bunga liar diantara semak Tartar memberikan inspirasi untuk menulis. Baginya seorang Hadji Murat memiliki kekuatan hidup yang hebat, yakni betapa kerasnya bertahan dan menghargai hidup yang melambangkan keteguhan dan keagungan hidup layaknya setangkai bunga liar diantara semak Tartar.

kopi, kopi dan kopi…

Dulu Menemukan tempat ini secara tidak sengaja, karena sering melewati tempat ini bila ke SUTOS (Surabaya Town Square) dan banyaknya mobil yang parkir di tempat ngopi tersebut menimbulkan kesan tempat ini tidak pernah sepi pengunjung, namun setelah mampir akhirnya tahu ternyata tempat ini bertetangga dengan kost eksekutif dan mobil tersebut milik anak-anak kost jadi semacam strategi marketing secara tidak langsung hehehe.

Satu waktu kami mampir ke tempat ini dan langsung memesan menu andalan yang ditawarkan oleh waitresnya yakni Kopi Klobot. Masih ingat saat itu ada promo diskon 50% untuk secangkir kopi klobot yang dibandrol 5ribu rupiah. Setelah memesan sejenak sempat terpikir bentuk kopi klobot ini, apakah kopi yang dicampur dengan tembakau (klobot) atau memang varian baru jenis kopi. Namun setelah disajikan justru pemikiran tadi salah besar, ternyata kopi kobot adalah semacam kopi hitam yang disajikan dengan rokok klobot. Karena bukan perokok maka cukup menikmati kopinya saja dan dari seduhan pertama itulah membuat jatuh cinta dengan kopi ini sampai sekarang.

Tempat ini adalah SAMA SAMA Snack n Coffe yang berada di Jalan Kutai no 38 Surabaya, memanfaatkan sebuah lahan parkir dari sebuah salon namun didisain sedemikian rupa sehingga kenyamanan anda untuk menikmati seduhan kopinya tetap terjaga. Di tempat ini sering digunakan untuk bertemu dari teman teman komunitas untuk sekedar ngobrol membicarakan sebuah kegiatan ataupun sekedar ngopi bareng, mungkin karena lokasinya yang strategis ditengah kota dan harga yang terjangkau memberikan nilai tambah. Saat berada disini tidak perlu gelisah apabila ingin berinternet ria, karena Wifi sudah tersedia plus colokan dengan kabel yang panjang. Tempatnya buka mulai sore sampai lewat tengah malam setiap harinya dan saat ini juga ada member cardnya jadi buat yang doyan ke tempat ini mungkin bisa memanfaatkan fasilitas dari SAMA SAMA Snack n Coffe untuk mendapatkan spesial diskon.

Saat ini menu kopi klobot diperbanyak jenisnya jadi anda bisa menemukan kopi klobot jahe, kopi klobot susu, banyak jenis minuman baru yang patut dicoba di tempat ini juga snacknya terutama kentang goreng namun pilihan tetap di Kopi Klobot (Original). Terkadang disini bisa menghabiskan waktu sampai 3 – 4 jam di tempat ini sekedar untuk absen ataupun menghabiskan waktu bersama teman teman, namun rutinitas itu saat ini sudah jarang dilakukan karena kesibukan yang semakin tidak bisa dikompromikan. Jadi bila ada waktu sempatkan buat anda untuk mampir ke tempat ini dan bagi penyuka kopi hitam pekat tidak ada salahnya untuk mencoba menu kopi ini sembari menikmati tembakau yang dibungkus dengan lapisan kulit jagung (rokok klobot)

Hidup itu ibarat es krim maka nimatilah sebelum cair

Krapyak, Yogyakarta pukul 4.00 WIB bersiap melakukan perjalanan menuju kota Magelang untuk menikmati pagi di salah satu Warisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage) oleh UNESCO yang memiliki kriteria mewakili sebuah mahakarya kejeniusan manusia. Untuk menuju Candi Borobudur yang terletak di wilayah Magelang dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam dari Yogyakarta, dimana sepanjang perjalanan masih nampak sisa keganasan merapi yang terjadi pada akhir tahun 2010 ini terutama di daerah Salam.

Ketika sampai di kawasan candi Borobudur ternyata loket masuk masih tutup dan baru dibuka pukul 6.00 WIB, akhirnya mencari tempat untuk melepas lelah sampai menanti loket masuk dibuka. Untuk Tiket masuk ke Borobudur sebesar 25ribu dengan jam operasional mulai pukul 6:00 WIB s/d 16:00 WIB setiap harinya. Saat melepas lelah di halaman mini market sembari menikmati roti dan teh kotak yang bisa dibilang sarapan ada kejadian menarik. Secara tidak sengaja ada seorang lelaki yang menyapa dan beramah tamah. Dimana lelaki yang bernama Mas Iwan ujung2nya menawarkan masuk ke kawasan candi Borobudur dengan ‘harga khusus’. Setelah basa basi sejenak dan melakukan penawaran akhirnya sepakat untuk 2 orang masuk ke kawasan candi dikenakan harga khusus sebesar 30ribu. Dan Mas Iwan mengantar sampai masuk candi Borobudur tapi melalui pintu rahasia. Disamping itu Mas Iwan memberikan kode kepada kami apabila bertemu dengan petugas dimana kodenya juga cukup mudah dipahami dan aman.

Suasana Candi Borobudur yang hening, sepi karena masih pagi dan didukung cuaca yang cukup cerah menjadi obyek yang menarik untuk mendokumentasikannya. yang tidak kalah penting ketika berkunjung kesini adalah gunakan jasa guide, sehingga bisa tahu tentang cerita yang ada di relief candi ataupun sejarahnya.

Ketika berkunjung ke candi Borobudur saat itu ada beberapa perbaikan kecil dikarenakan Candi yang dibangun pada abad VII ini rentan terhadap pelapukan dan kerusakan termasuk salah satunya efek meletusnya Gunung Merapi beberapa waktu yang lalu. Yang menarik adalah pada bagian yang diperbaiki tersebut ditutupi semacam spanduk dengan gambar relief aslinya, jadi nampak jauh tidak terlihat kalo ada perbaikan candi. Air menjadi faktor utama yang menyebabkan pelapukan material candi yang telah mengalami pemugaran selama 2 kali yakni tahun 1907 – 1911 yang meliputi area undag, teras dan bagian arupadatu (stupa dan lantai teras) sedang permugaran kedua pada tahun 1973 – 1983 pada bagian rupadhatu dengan lorong lorong, dinding relief dan pagar langkan. Oleh karena itu apabila kita berjalan di sekeliling candi di atas relief ada semacam lapisan kedap air yang berfungsi juga
sebagai saluran drainase dan melindungi konstruksi candi di bawahnya.

Setelah dari Candi Borobudur melanjutkan perjalanan menuju Ullen Sentalu di daerah kawasan wisata Kaliurang. Ullen Sentalu sebuah museum seni budaya jawa (kraton) yang memiliki bangunan bergaya kolonial lengkap dengan tumbuhan merambat di dindingnya menambah kesan bahwa ini adalah bangunan sejarah.

Untuk masuk ke museum ini akan dikenakan biaya sebesar 25ribu per orang, setiap rombongan yang masuk akan didampingi guide yang siap membantu. Masuk ke dalam museum Ullen Sentalu memberikan optimisme bahwa museum masih memberikan daya tarik asal dikelola dengan baik diantaranya bagaimana membuat museum itu tampak menarik dan tidak membosankan. Pepohonan nan asri sejenak bersiap menyambut kedatangan kami setelah melalui pintu masuk museum, keramahan guide yang penuh senyum dan menguasai seluk beluk benda bersejarah yang ada di museum menjadikan Ullen Sentalu layak dikunjungi. Arsitektur dalam museum pun membuat merasa nyaman, apalagi penataan benda bersejarah pada setiap ruang seolah museum ini adalah sebuah mesin waktu. Di Ullen Sentalu tidak diperkenankan untuk mendokumentasikan benda bersejarah di dalamnya dengan alasan sebuah bentuk pelestarian dan berharap masyarakat bisa berkunjung ke museum ini, semakin banyak masyarakat yang berkunjung ke museum maka itu adalah sebagai bentuk penghargaan akan sejarah.

Malam hari di Yogya ditutup dengan menikmati acara Ngayogjazz di Kotagede. Sebuah konsep tontonan Jazz yang memberikan nuansa berbeda, dan kali ini mengusung tema Nandoer Jazzing Pakarti. Nuansa beda yang diberikan adalah menikmati tontonan Jazz yang berkualitas dengan menghadirkan Rieka Roeslan, Idang Rasjidi sampai Sierra Soetedjo dengan gratis di tengah hiruk pikuk perkampungan warga dan pasar.

Bisa dibayangkan ada 6 panggung yang tersebar, panggung Sirine dan Gaog letaknya ada di jalanan samping pasar. Bahkan panggung Horn memanfaatkan sebuah lapangan kecil yang di sekelilingnya adalah tembok belakang rumah warga, untuk menuju panggung ini pun harus melewati sebuah gang kecil. Namun itu semua tidak mengurangi antusiasme yang ingin melihat tontonan jazz yang diadakan setiap tahun di Yogyakarta mulai tahun 2006. Di panggung Horn ini sempat menikmati alunan suara Sierra Soetedjo yang sepintas suaranya seperti Norah Jones. Saat pulang meluangkan waktu mampir menikmati alunan musik keroncong sambil lesehan beralas tikar di panggung Swara Warga yang memanfaatkan teras rumah salah satu warga.

Satu hal yang patut diapresiasi adalah dukungan warga terhadap suksesnya acara ini cukup besar serta penonton yang tertib selama pertunjukkan membuat berharap tahun depan bisa kembali menikmati Ngayogjazz. Terima Kasih Yogyakarta untuk hari itu

Thx to : My brother @bintangputraa n freakin’ guide @icchapratita

Sebuah kesetiaan cinta Odysseus dan Penelopeia


The Odyssey of Homer merupakan kelanjutan dari The Iliad of Homer yang menceritakan perjalanan pulang Odyssey atau juga bisa disebut dengan Odysseus menuju Ithaca. Namun perjalanan pulang tersebut tidaklah berjalan mulus karena kemarahan para dewa dewa olimpius kepada pasukan Odysseus yang banyak merusak kuil – kuil yang membuat para dewa murka ketika perang Troy. Hanya Agamemmon dan Nestor yang tiba dengan selamat di negerinya tanpa halangan yang berarti, sementara Menelaus malahan tersasar ke Mesir. Namun Perjalanan pulang Odysseus memakan waktu selama 10 tahun untuk menuju Itacha dan banyak mengalami halangan ataupun penderitaan yang hampir merengut nyawanya sampai pada akhirnya harus kehilangan beberapa anak buahnya.

Tidak kenal menyerah dan putus asa seorang odysseus diceritakan disini, mulai dari berpetualang mengelilingi negeri yang tidak dikenalnya dikarenakan takdir para dewa terutama poseidon yang pada awalnya sangat mendukung prajurit dari achaean, argive maupun danaan untuk menaklukkan Troy sampai ditawan oleh Dewi Cantik Calypso yang merayunya untuk dijadikan suami. Namun Kerinduan akan istri dan rumahnya membuat semangatnya untuk menaklukkan keganasan laut tidak pernah pudar meskipun semakin lama armada perangnya semakin berkurang karena kehilangan nyawa selama perjalanan pulang menuju Itacha.

Diceritakan juga disini kegelisahan Telemachos putra Odysseus dikarenakan di istana banyak bangsawan bangsawan yang ingin melamar sang ibu yakni penelopeia agar mau dinikahi, bangsawan tersebut menganggap bahwa Odysseus telah mati di perang Troy. Para Bangsawan ini tiap hari menghabiskan harta dan makanan di istana Odysseus sehingga membuat Telemachos harus bertindak dengan melakukan perjalanan mencari informasi tentang ayahnya. Penelopeia pun mengulur waktu dan berpikir agar bagaimanapun tidak menikahi dari salah satu 108 bangsawan tersebut dengan bantuan Athena.

Buku ini lebih mengalir ketimbang The Illiad of Homer dan mudah dinikmati dikarenakan alur cerita yang kuat yakni kisah perjalanan Odysseus yang penuh liku menuju Itacha, perjalanan Telemachos mencari informasi mengenai ayahnya sampai cerita yang terjadi di istana odysseus yakni Penelopeia dan bangsawan bangsawan yang ingin menikahinya.

Dan satu hal di The Odysseus of Homer diceritakan secara singkat kematian dari Odysseus yang secara tragis dibunuh oleh anaknya yang lain yakni Telegonus dari Circe karena menganggap bahwa Itacha adalah Corcyra. Telegonus pun membawa mayat ayahnya ke Pulau Aia dan membawa serta Penelopeia dan Telemachos, kemudian Circe menjadikan mereka Dewa. Yang anehnya adalah pada akhirnya Circe pun menikah dengan Telemachos sedangkan Penelopeia menikah Telegonus dan ini merupakan akhir dari kisah Perang Troy dalam Mitologi Yunani.

Powerful women are treacherous bitches like Cleopatra or Helen of Troy

Kisah tentang Troy selalu menarik untuk dibaca, mungkin banyak yang mengetahui kisah ini dari film yang dibintangi oleh Brad Prit, Orlando Bloom maupun Eric Bana beberapa tahun silam. Dan film tersebut diantaranya diambil dari buku yang akan saya ceritakan disini. Saya mengetahui Illiad of Homer ini justru setelah membaca karya Homer yang lain yakni Odysseus, yang menceritakan tentang perjalanan Odysseus setelah perang Troy menuju Ithaca selama 10 tahun. Jadi kisah Odysseus adalah buku kedua karya Homer setelah Illiad. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya langsung membaca buku kedua tanpa membaca buku pertama. Namun saya akan menceritakan kisah perjalanan Odysseus di postingan selanjutnya

The Illiad ini sebenarnya tidak menceritakan keseluruhan dari perang Troy itu sendiri, bahkan disini tidak diceritakan tentang strategi kuda troy yang dibuat oleh Odysseus itu. Yang diceritakan dari The Illiad diantaranya tentang kemarahan Achilles terhadap Agamemmon, Duel Manelaus melawan Paris untuk memperebutkan Helen, Peperangan Achaean dan Troy sampai pada akhirnya kisah raja priam yang menebus jenazah hector anaknya yang menjadi salah satu pemimpin Troy selama peperangan berlangsung. Jadi The Illiad ini ringkasan versi aslinya yang menceritakan saat perang Troy akan berakhir.

Seperti yang diceritakan di The Illiad kisah peperangan yang terjadi selama 10 tahun ini berawal dari Manelaus yang berusaha merebut istrinya Helen yang dari tangan Paris. Dan Manelaus pun meminta pertolongan kepada saudaranya Agammemon untuk merebut kembali istrinya hingga mengajak para sahabatnya seperti Idomeneus, Ajax, Nestor, Diomedes dan Odysseus.

Peperangan ini ternyata juga melibatkan para dewa di olimpius dimana satu sisi dewa dewa seperti Hera, Athena, Poseidon, Hermes dan Hephaestus mendukung perjuangan bangsa Achaean sedangkan Pasukan Troy didukung kekuatan para dewa olimpius seperti Apollo, Xanthus, Aphrodite, Leto dan Ares, sedang Zeus sendiri adalah penentu takdir dari peperangan ini. Dengan kekuatan dewa yang dapat menyamar menjadi manusia serta memberikan bisikan kepada pasukan pasukan yang sedang berperang ibaratnya ini adalah peperangan antar dewa yang ada di Olimpius.

Banyak tokoh yang diceritakan di The Illiad jadi anda harus memahami mitologi yunani sebelumnya apabila tidak ingin kebingungan, namun tokoh utama tetap mendapatkan porsi yang menonjol sehingga membuat pembaca masih dapat mengikuti alur cerita yang ada di puisi epik terindah yang pernah ditulis dalam sejarah ini. The Illiad versi aslinya sendiri terdiri dari 15.693 sajak yang diterjemahkan ataupun ditulis oleh Homer, saat itu hidupnya dalam kemiskinan dan pengembaraan dari satu negeri ke negeri yang lainnya. Justru setelah kematiannya The Illiad ataupun juga Odysseus mendapatkan penghargaan ataupun apresiasi dari dunia sastra.

Menurut saya The Illiad merupakan bacaan wajib bila anda penggemar kisah kolosal sebuah peperangan, terutama sejarah Yunani dan juga patut diketahui bahwa karya yang ditulis oleh Homer ini dianggap juga sebagai sebuah tonggak kesusastraan dunia barat.

#Tahukah Kamu

  • Prajurit di perang Troy lebih memilih mati terhormat dengan baju perang dengan menjanjikan tebusan kepada yang membunuhnya daripada dilucuti oleh musuh kemudian mayatnya dimakan anjing ataupun burung hering sehingga tidak dapat diterima di Hades (akhirat)
  • Perang Troy itu diperkirakan terjadi di daerah Barat Laut Turki (Dardanalles) pada abad 13 – 12 SM

Sesempurna apa pun kopi yang dibuat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin disembunyikan – dee

Hot caramel latte selalu menjadi pilihan utama saya bila berkunjung kemari cukup dengan mengeluarkan uang sebesar 15ribu rupiah. Dan kemudian menikmatinya bersama keramahan barista serta pilihan musik yang diputar membuat enggan beranjak pulang.

Tempatnya pun tidak terlalu luas dan terbagi dua yakni dalam pohon kopi ataupun diluar yang bebas mengeluarkan asap rokok. Di dalam ruangan tersedia 4 meja kecil yang tertata masing masing dengan 2 – 3 kursi sedangkan untuk diluar disediakan 2 meja. Koneksi internet yang stabil serta tersedianya colokan listrik yang di bawah meja menjadi nilai tambah apabila ingin mengerjakan tugas kantor disini meski mejanya tergolong kecil jadi bakalan penuh kalo ada 2 laptop di satu meja. Tempat yang tidak terlalu ramai membuat saya merasa nyaman apabila kesini baik itu hanya sekedar ngopi dan ngobrol bersama teman.

Menu pohon kopi yang lumayan banyak dan variatif membuat saya tidak pernah merasa bosan untuk mencoba minuman dari mulai jenis kopi, teh, frappe, mocktail sampai menu spesialnya yakni Rum Raisin ataupun Tiramizu Frappe yang dibandrol dengan harga 25ribu rupiah namun pilihan saya pun tetap jatuh di Hot Caramel Latte. Untuk jenis kopi bisa mencoba machiato, americano ataupun cappucino yang disajikan dalam cangkir kecil layaknya kita jumpai di coffee shop ternama dan rasanya pun juga tidak kalah. Namun pilihan snack yang ada di menu seperti klapertaart, French Fries, Wedges ataupun Muffin sering tidak tersedia. Mungkin ini yang menjadikan alasan untuk diperbolehkan membawa snack dari luar.

Pohon kopi ini lokasinya bisa ditemukan di daerah Nginden Semolo no 62 samping alfamart dengan jam buka setiap harinya pada pukul 16:00 WIB sampai dengan pukul 24:00 WIB pada hari minggu sampai dengan kamis, sedangkan untuk hari Jumat dan Sabtu pohon kopi tutup pukul 02:00 WIB.
Jadi sampe ketemu di Pohon Kopi…

It’s better to travel well than to arrivebuddha

Gunung Semeru dipilih menjadi tujuan perjalanan kali ini, bukan karena tanpa alasan. Seperti yang kita ketahui puncak tertinggi di Jawa (3676 mdpl) memiliki banyak keistimewaan diantaranya adalah Ranu Kumbolo. Sebuah danau yang letaknya di 2100 mdpl (pengukuran terakhir kemaren pake GPS temen) yang dikelilingi pemandangan bukit nan asri.

Kami bertiga Saya, Indra ‘Mbreh’ dan Yudi berangkat dari terminal bungurasih Surabaya pada malam hari dengan harapan pagi hari sudah di Ranu Pani. Tas karier ukuran 65 ltr adalah sebuah identitas bagi kami bertiga setiba di terminal Arjosari Malang. Sebab tak lama kami turun dari bis jurusan Surabaya – Malang ada beberapa orang pun menawari kami untuk melanjutkan perjalanan ke Tumpang. Perjalanan selama 2 jam Surabaya – Malang tentunya cukup melelahkan sehingga tawaran dari orang tersebut tidak lantas kami terima, disamping harga yang ditawarkan terlalu mahal dan saat itu masih jam 3 pagi. Lebih disarankan menghabiskan waktu di Terminal Arjosari sampai terdengar adzan subuh, baru kemudian melanjutkan ke Tumpang. Karena di Tumpang sendiri sangatlah sepi meskipun nantinya berhenti di depan pasar, kehidupan yang menemani di Tumpang hanyalah sebuah alfamart yang buka 24 jam.

Kami pun melepas lelah di salah satu warung di sudut terminal yang sembari menikmati secangkir kopi dan menikmati pertandingan bola. Diantara penonton bola ada seorang supir berbincang dengan kami dan menawarkan untuk mengantar kami ke Tumpang karena sekalian pulang ke rumah. Proses tawar menawar pun dilakukan, supir tadi membuka harga 40ribu untuk 3 orang dan kesepakatan terjadi di harga 30 ribu untuk 3 orang dengan catatat supir diperkenankan untuk mengangkut penumpang selama perjalanan, kami bertiga pun setuju.

Perjalanan Arjosari – Tumpang memakan waktu kurang lebih 45 menit, adzan subuh di Tumpang pun seolah menyapa kami untuk bersiap menuju Ranu Pani. Dari tumpang menuju Ranu Pani ada dua pilihan angkutan yakni Jeep/Ranger dan Truk Sayur, ketika tidak musim pendakian agak susah mencari jeep karena biaya sekali antar ke Ranu Pane bekisar 400ribu – 450ribu/jeep dan kebanyakan pendaki dengan rombongan yang tidak terlalu banyak mungkin keberatan mengeluarkan biaya sebesar itu. Dan pilihan pun jatuh pada Truk Sayur atau juga biasa mengangkut pupuk yang hanya dikenakan biaya 30ribu per orang, sekali lagi itu adalah hasil dari proses tawar menawar.

Lama Perjalanan dengan truk sayur/pupuk dari Tumpang – Ranu Pani kurang lebih 2 jam dengan kondisi jalan yang hancur. Maka bersiap badan akan mendapatkan guncangan hebat serta berteman debu/pasir jalan, jadi siapkan pegangan yang mantab jangan lupa penutup mulut dan hidung juga kacamata.

Dan Satu hal penting ketika ke Semeru adalah masalah perijinan, untuk ke Semeru diharuskan membawa fotokopi kartu identitas dan Surat keterangan Sehat serta satu materai untuk satu rombongan. Tidak perlu khawatir apabila terlupa membawa surat keterangan sehat sebab di Tumpang ada Puskesmas yang buka 24 jam yang hanya ditempuh kurang dari 5 menit dari Pasar Tumpang dengan berjalan kaki. Dan Puskesmas akan membuatkan surat keterangan sehat dengan mengeluarkan biaya sebesar 8ribu rupiah.

Untuk perijinan dikenakan biaya sebesar 8ribu per orang dimana pos perizinan di Ranu Pani dibuka mulai pukul 8 pagi. Ketika di perijinan diharuskan mengisi form daftar bawaan serta nama nama peserta dari rombongan, satu hal jangan menganggap remeh form tersebut karena bagaimanapun form ini nantinya akan dijadikan acuan apabila ada kejadian buruk menimpa kita selama perjalanan. Satu hal yang juga tidak boleh dilupakan adalah menaati aturan/etika perjalanan di gunung dan mengenai sampah yang harus dibawah kembali ke bawah, tidak boleh ada sampah di Gunung.

Jam 9 pagi berangkat menuju Ranu Kumbolo bersama rombongan lainnya, perjalanan memakan waktu kurang lebih 5 jam. Ranu Pani menuju Ranu Kumbolo terdapat 4 pos dan tidak ada air selama perjalanan, jalan Ranu Pani – Pos 1 cenderung datar dan sebagian jalanan dibuat dari blok paving yang bisa dijadikan semacam acuan bahwa kami melewati jalan yang benar. Pos 1 menuju Pos 2 jaraknya paling dekat diantara pos yang lainnya disini jalanan mulai berpasir serta blok paving pun sudah tidak diketemukan, banyak ditemukan blank di sisi kiri kanan jalan jadi harus ekstra waspada. Disarankan apabila berjalan dalam rombongan agak jauh namun masih terlihat karena debu hasil pijakan orang di depan akan sangat mengganggu penglihatan dan pernafasan. Pos 2 menuju Pos 3 cenderung jalan mulai naik namun tidak terlalu curam tidak
jarang juga ada turunan namun kita akan disuguhi pemandangan yang indah disini apabila keadaan cerah. Setelah di Pos 3 disarankan untuk beristirahat cukup lama karena dari sini jalanan akan naik cukup curam dan menguras tenaga namun setelah itu cenderung jalan akan datar yang kemudian menurun dengan landai yang akhirnya sampai di Pos 4 (Ranu Kumbolo). Sejenak lelah itu akan hilang ketika Ranu Kumbolo sudah terlihat dan jangan lupa untuk mendokumentasikannya.

Perkemahan didirikan di bawah pos 4 (Ranu Kumbolo) disebelah pintu angin, suguhan pemandangan Ranu Kumbolo di sore hari sangat indah dapat dilihat daru sini dan kelelahan akibat perjalanan panjang berasa hilang sekejap. Selama 4 hari 3 malam dihabiskan untuk menikmati Ranu Kumbolo dengan bercengkerama bersama sembari menikmati secangkir kopi. Malam
dingin pun berasa hangat dengan api unggun dan canda tawa. Meski kabut datang menyelimuti setiap saat baik siang ataupun malam berasa tidak mengenal waktu.

Yang mengganggu saat itu masih banyaknya sampah di sekitar maupun di dalam Ranu Kumbolo, juga hamparan bukit yang gundul karena bekas terbakar entah karena ulah manusia ataupun musim kemarau. bahkan pada hari kedua sempat melihat kebakaran hutan yang terjadi di bukit seberang kami mendirikan tenda kemudian esoknya bukit yang sebelumnya penuh dengan pepohonan sekejap menjadi gundul hangus karena terbakar. Beberapa kawan pun esoknya melanjutkan perjalanan menuju mahameru (puncak gunung semeru) namun saya mengurungkan niat dan memilih menghabiskan waktu di Ranu Kumbolo dengan menikmati secangkir kopi sambil menikmati dinginnya Ranu Kumbolo. Semangat membara namun apa daya fisik tidak mendukung :)

Dedicated to : Teman-teman yang sudah menaklukkan puncak semeru saat itu, termasuk bule perancis gila hehehe

Namanya Mata Hari

The dance is a poem of which each movement is a word

Sebenarnya ini tulisan lama di blog yang lama soepolenk.blogdetik.com dan kebetulan blog yang ini salah satunya tentang review buku yang pernah saya baca maka tak ada salahnya untuk posting disini

Sudah lama saya mencari informasi lengkap tentang sosok Mata Hari ini dan ternyata saya menemukannya di Toga Mas Petra Pucang Surabaya. Sang Maestro Remy Sylado menulis secara utuh sebuah perjalanan Margaretha Geertruida atau biasa dikenal dengan Mata Hari.

Kisah Mata Hari ini secara tidak sengaja saya temukan ketika membaca sebuah buku karya Dukut Imam Widodo yang berjudul Soerabaia Tempo Doeloe, kisahnya tidak banyak diulas di Buku ini namun dari ulasan singkat tersebut membuat saya penasaran sehingga tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang tokoh ini, Kisah spionase wanita pada Perang Dunia dan memiliki darah Pribumi.

Saya pun mencarinya di literatur online namun hasilnya sangat mengecewakan karena minim sekali informasi tentang tokoh ini. Secara tidak sengaja saya membaca di sebuah account twitter salah seorang penggemar Remy Sylado sempat membahas tentang buku terbarunya yang berjudul Mata Hari yang dijadikan kisah bersambung di Harian Kompas, bahagianya hati ini namun masih ada perasaaan yang mengganjal karena kurang puas kalau tidak memiliki versi lengkap dalam bentuk cetak buku. Buku ini saya temukan secara tidak sengaja karena saat itu saya sudah menenteng sebuah buku berjudul Robohnya Surau Kami karya AA Navis menuju kasir dan akhirnya mau tidak mau saya harus membeli buku Mata Hari karya Remy Sylado.

Buku ini cukup bagus sekali, sebuah karya maestro Remy Sylado adalah sebuah jaminan apalagi kalau anda adalah penggemarnya, penggambaran yang detail membuat kita merasa enggan untuk tidak melanjutkan halaman selanjutnya. Belum lagi Catatan kaki yang sangat membantu kita dalam membaca sebuah karya awal abad 19. Dan buku ini adalah buku yang tercepat pernah saya baca yakni hanya memakan kurang dari 3 hari untuk 650 Halaman.

Buku ini sendiri bercerita tentang sebuah perjalanan Margaretha Geertruida yang menikah dengan seorang skot Belanda yang bernama MacLeod karena memiliki keinginan untuk pergi ke Indonesia. Bagaimanapun juga darah pribumi yang mengalir di jiwanya membuat dia ingin mengetahui sejarahnya, Namun kehidupan di Indonesia bukan seperti yang diinginkannya. Sebuah kenyataan MacLeod yang doyan bermain dengan PSK membuatnya ingin pergi untuk menenangkan pikiran dan Kawasan Borobudur menjadi pilihannya. Disni dia bertemu dengan Mbah Kung seorang Seniman tarian khas jawa eksotik dan dia pun mulai belajar menari serta mempelajari kultur budaya jawa. Kehidupan spionase berawal ketika dia pentas di daratan Eropa dia berkenalan dengan pejabat ataupun perwira penting tiap negara yang dikunjungi dan ternyata banyak yang mengagumi keeksotikan tarian Mata Hari, dia juga seorang penikmat sebuah kesenangan dengan lelaki dan itu dilakukannya tanpa cinta karena sebuah bentuk balas dendam kepada suaminya. “Kalau Suamiku bisa melakukan kesenangan seperti itu kenapa aku tidak” sebuah ungkapan kekesalan Mata Hari ketika dia menjadi seorang lacur. Matahari juga seorang pecinta buku, dimanapun dia akan pentas akan selalu meminta hotel yang dekat dengan perpustakaan dan bisa menghabiskan waktu berjam jam di tempat tersebut. Mata Hari juga seorang yang tidak memiliki keyakinan atas sebuah agama, dan kata Tuhan pun terucap ketika di akhir hayatnya ketika dia mencintai seorang Pilot Rusia Maslov serta sebelum ajal menjemputnya di hadapan tentara Perancis yang mengeksekusinya.

Bagi saya Mata Hari adalah sosok yang sangat fenomenal pada jamannya. Seorang lacur yang juga penari eksotik serta spionase dan kabar terakhir kisahnya akan diangkat ke Layar Lebar. Dan kita hidup di Indonesia bakalan banyak sensor kayaknya

Anak Bajang Menggiring Angin

Cinta itu adalah kemurahan hati, yang selalu siap memaafkan – Dewi Shinta

Anak Bajang Menggiring Angin bercerita tentang kisah abadi Rama dan Dewi Shinta yang ditulis oleh Dr. Gabriel Possenti Sindhunata SJ atau biasa dikenal dengan Sindhunata. Sebuah kisah kolosal yang dibalut dalam cerita pewayangan yang penuh fantasi sehingga dibutuhkan daya imajinasi luar biasa untuk mendeskripsikannya.

Alur cerita yang lugas dari awal sampai akhir semakin enggan untuk tidak melanjutkan membaca, namun banyaknya tokoh yang diceritakan membuat harus ekstra keras untuk mengingat terutama silsilah keluarga ataupun cerita dibaliknya. Pada garis besar cerita pada tiga keluarga besar kerajaan dan semuanya berkutat dalam satu hubungan cinta yakni keluarga Begawan Wisrawa, Resi Gotama dan Dasaratha.

Di awal akan diceritakan tentang kehebatan Serat Sastra Jendra Hayuningrat yang membuat Dewi Sukesi tertarik. Kemudian Begawan Wisrawa hanyalah seorang ayah yang ingin meminang Dewi Sukesi agar mau menikah dengan anaknya Danareka dan dia akan memberikan rahasia Serat Sastra Jendra Hayuningrat. Namun pemahaman kesempurnaan yang keliru justru membuatnya terjebak oleh cinta yang gaib, birahi dan maya yang tidak bisa dikuasai atau dikendalikan oleh Begawan Wisrawa maupun Dewi Sukesi. Yang kemudian berakhir pada sebuah penyesalan seorang ayah yang menghancurkan niat luhur seorang anak akan pernikahan agung. Lahirlah Gunawan Wibisana, Kumbakarna, Rahwana dan Sarpakenaka merupakan tokoh sentral dari awal kisah Anak Bajang Menggiring Angin yang lahir dari cinta Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi.

Selanjutnya diceritakan tentang kehidupan cinta Rama dan Sintha, Kisah yang menakjubkan yang tidak kalah seru adalah kehidupan seekor kera putih sakti Hanoman mulai dari pertapaannya sampai dengan ketika memperoleh kesaktiannya. Kesalahpahaman yang mengakibatkan pertarungan antar saudara yakni Subali dan Sugriwa diceritakan secara utuh dalam buku ini. Dan pada akhirnya tokoh tokoh tersebut diceritakan dalam satu kisah yakni peperangan di Alengka melawan Rahwana yang juga dikenal dengan Dasamuka. Dan kalaupun bisa dijelaskan bahwa perang kolosal antara wadyabala Rama dan Rahwana dikarenakan urusan Cinta, jadi bisa dikatakan bahwa cinta itu dashyat kekuatannya ketika membaca buku ini.

Jadi bisa dikategorikan bahwa buku Anak Bajang Menggiring Angin ini buku mikir/berat namun sarat pengetahuan tentang perwayangan terutama kisah Ramayana, bahkan ketika membacanya sempat terbesit dan berharap bisa difilmkan seperti Trilogi Lord Of The Ring *maybe. Satu hal yang tidak kalah penting banyak ditemukan semacam petuah kuno yang masih relevan untuk dijadikan pelajaran kehidupan masa kini. Well bagaimanapun juga buku ini sangat direkomendasikan bagi yang ingin tahu sepenuhnya tentang kisah abadi Rama dan Dewi Sintha.

Water For Elephants

Hidup adalah pertunjukan paling spektakuler di bumi – Water for Elephants


Dari judul tersebut sepintas akan membayangkan bahwa buku ini bercerita tentang pengorbanan seorang manusia mencari air untuk sekawanan gajah di sebuah daerah terpencil. Dan apabila anda juga melihat cover dari buku tersebut maka anda akan meralatnya yakni gajah yang dimaksud disini adalah gajah sirkus. Namun setelah membacanya anda akan disuguhi sebuah drama percintaan layaknya sebuah opera sabun, gajah disini yang tertera di judul hanya diceritakan dalam beberapa lembar dari 26 bab buku ini, tokoh gajah tersebut juga bukan tokoh sentral dari cerita Water For Elephants.

Bercerita tentang seorang kakek tua berusia 93 tahun bernama Jacob Jankowski di sebuah Panti Jompo yang bertutur tentang perjalanan masa lalunya ketika berusia 23 tahun.

Jacob Jankowski muda adalah seorang mahasiswa calon dokter hewan di Cornell dan kehidupannya berubah drastis ketika mendapat sebuah kabar bahwa kedua orang tuanya tewas karena kecelakaan. Jankowski Muda mengalami depresi berat karena tidak memiliki apapun dari peninggalan kedua orang tuanya. Rasa depresi tersebut membuatnya ingin meninggalkan semua kehidupan yang sudah dijalani kini, Menyendiri dan merenung menjadikan rutinitas sehari hari. Berjalan menyendiri tanpa mengenal tujuan yang akhirnya membawa dirinya di sebuah rel kereta api. Pada suatua ketika sebuah lokomotif sirkus keliling Benzini Bersaudara Pertunjukan Paling Spektakuler di Dunia melalui rel tersebut dan akhirnya Jacob muda memutuskan untuk mengejar kereta tersebut dan menaiki kereta tersebut yang akhirnya merubah hidupnya. Disini dia bertemu dengan Camel seorang pemabuk tua serta Walter dan anjingnya Queenie, Blackie yang seorang kulit hitam berwajah sangar dan berbadan besar.

Persahabatan diantara mereka pun membawa Jankowski Muda diterima sirkus tersebut sebagai pekerja kasar, dan dari pekerjaanya tersebut Jacob bertemu dengan pasangan suami istri August Rosenbluth dan Marlena Rosenbluth serta Paman Al selaku pemilik sirkus keliling Benzini Bersaudara Pertunjukan Paling Spektakuler di Dunia. Drama percintaan yang berbumbu perselingkuhan antara Jankowski dan Marlena Rosenbluth serta persahabatan Jankowski dengan August Rosenbluth membalut keseluruhan isi cerita Water For Elephants ini, ketimbang si Rosie Gajah Polandia yang didapatkan oleh Paman Al yang menurut saya seharusnya mendapatkan porsi lebih besar di cerita sesuai judul dari buku ini.

Konflik yang diciptakan oleh penulis pun cukup bagus seperti kehamilan dari Marlena entah hasil dari perselingkuhannya dengan Jankowski, dan juga diceritakan pula bangkrutnya sirkus Benzini Bersaudara yang mengakibatkan kematian paman Al si pemilik Sirkus. Setiap konflik diceritakan mengalir dengan sebuah ending yang jelas, sehingga membuat kita puas akan ending dari cerita Water For Elephants.

Ketika pada bagian akhir diceritakan Jankowski pada masa tua yang memiliki keinginan untuk menonton sirkus yang diadakan di dekat Panti Jompo dia tinggal. Melihat Sirkus itu mengembalikan akan kenangan pada masa mudanya, dan dia pun menawarkan diri untuk menjadi bagian dari sirkus itu sampai akhir hayatnya.

Sara Gruen sang penulis memasukkan beberapa fakta tentang kehidupan sirkus yang sesungguhnya sehingga penggambaran suasana sirkus di buku tersebut patut untuk diberikan apresiasi tersendiri. Dan anda pun merasa mendapatkan pengetahuan tentang sebuah kehidupan sirkus keliling.

Yang pasti apabila anda pecinta drama percintaan dengan bumbu perselingkuhan, sangat merekomendasikan buku ini apalagi kalau perselingkuhan yang berakhir bahagia *ihik.

#Tahukah Kamu

  • Cerita ini telah difilmkan dengan judul yang sama (April,2011) dan dibintangi oleh Robert Pattinson (Twilight) sebagai Jacob Jankowski dan Resse Witherspoon (Legally Blonde) sebagai Marlena
  • Tokoh Gajah Sofie berdasarkan inspirasi dari Gajah sirkus bernama Topsy yang dihukum mati karena membunuh pelatihnya serta Old Mom seekor gajah cerdas milik legenda sirkus Carl Hagenbeck
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.